Nama : Sinta
Fitriani
NIM :
1211403055
Kelas : MD/4/B
Revew Buku Manajemen Masjid ini diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas individu pada mata kuliah Manajemen Masjid.
·
Fakta sejarah membuktikan salah satu upaya untuk mempersatukan umat
Islam adalah dengan cara membangun ta mendirikan masjid. Pada awalnya tujuan
pendirian masjid sangat sempit, namun fungsi masjid kemudian semakin berkembang
dari masa ke masa, dari period eke periode selanjutnya. Selain dijadikan sebaga
tempat ibadah shalat, masjid juga kemudian digunakan sebagai sentrl kegiatan
social, seperti pendidikan, seni-budaya, hokum, politik, ekonomi, dan
sebagainya.
·
Masijd merupakan sebuah kata yang terbentuk dari bahasa Arab berada
pada posisi isim makan yang menunujuka tempat.
·
Masalah yang dihadapi adalah kemiskinan structural dan pengaruhnya
adalah inflasi moneter yang semakin memperparah kehidupan mereka.
·
Salah satu solusi untuk meninggalkan ketelantarn masjid adalah
dengan memunculkan rasa solidaritas atau kepedulian social yang didasarkan pada
ikatan tawhid.
·
System social islam ialah adanya anggapan bahwa masyarakat
merupakan bagian dari system social atau secara sempit, masyarakt sudah
merupakan sistm social.
·
Umat Ism adalah suatu pranata kosmik yang disatukan oleh kehendak
Ilahi yang bersifat moral menurut kebebasan dari para pelakunya.
·
Masjid sebgai pranata social islam bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman dan perilkau keagamaan masyarakat.
·
Nasib masjid masa kini secara fisik mengalami evolusi positif yang
luarbiasa, namun fungsi masjid yang universal itu semakin hari semakin terduksi
dan tampaknya jika hal ini dibiarkan masjid-masjid itu akan menjadi bangunan
mati yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan persoalan-persoalan umat ang
tinggal diselitarnya dan hal ini sangat menyedihkan.
·
Beberapa fungsi masjid adalah: sebagai tepatshalat, fungsi social
kemasyrakatan, politik, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan seni-budaya.
·
Masjid sebagai pusat perkembangan harus dapat megimbangi kemajuan
material dengan dorongan spiritual. Kategorisasiberdasaekan lingkungan dan
situasi masyarakat yang ada di sekitarnya, paling sedikit dapat dikelompokkan
atas 6 kelompok : masjid sebgai pusat kota atau juga masjid protocol/masjid
raya/masjid agung, masjid instansi pemerintah, masjid kampus, masjid di
lingkungan pedesaan, masjid yang ada di pusat ekonomi seperti mall,
supermarket, pasar tradisional dan masjid wisata.
·
Dalam konsep modern pengelolaan yang sistematis dan professional
itu membutuhkan upaya-upaya terorganisir dalam lingkup manajemen masjid. Dalam
proses pelaksanaannya, agar organisasi masjid berjalan sesuai cita-cita Islam
dibutuhkan usaha pengelolaan yang baik dan benar. Dalam manajemen masjid secra
garis besar menurut Ayub terbagi dua bidang: physical management dan functional
management.
·
Adminstrasi masjid dapat dimaknai sebagai sebuah proses
penyelenggaraan kegiatan masjid yang dilaksanakan berdasarkan tujuan dan
rasionalitas tertentu dan berdaya guna untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
·
Imam, khatib, dan muadzin banyak berhubungan dengan kegitan inti
yang diselenggarakan oleh sebuah masjid, oleh karenanya para pengurus masjid
mesti memperhatikan ketiga unsur ini sebelum yang lainnya. Pengurus masjid harus
membuat perencanaan yang mtang ketika mempersiapakan para imam, khatib dan
muadzin ini sehingga selalu tepat waktu.
·
Menggerkan koperasi masjid maksudnya ilah masijd memiliki dimensi
ekonomi dimana ia memiliki dimensi-dimensi usaha untuk pemberdayaaan umat dan
masjid. Fasilitator bagi pelaksana berbagai kegiatan ekonomi yang biasa muncul
dalam prinsip-prinsip koperasi.
·
Ada beberapa bentuk hubungan masjid dengan luar: masjd memilki
interaksi dengan lembaga-lembaga yang menaunginya, masjid memiliki interaksi
dengan jamaahnya, dan masjid juga memilki hubungan yang erat dengan pihak
pemerintah.
·
Melalui program-program dewan masjid yang disosialisasikan oleh
para anggota jamaah dengan membentuk koperasi yang diawadahi dan dinaungi oleh
masjid. Dalam konteks ekonomi, tujuan utamanya adalh upaya menyejahterakan
masyarakat, yaitu terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
·
Kesejahteraan social dimulai dari perjuangan mewujudkan dan
menyuburkan aspek-aspek akidah dan etika pada diri pribadi. Ajaran Islam sangat
memperhatikan keseimbangan dan integrasi social karena prinsip yang
ditawarkannya dalam pencapaian tujuan kesejahteraan hidup ialah dengan tidak
menggannggu hak-hak pihak lain.
·
Kondisi ekonomi yang kondusif dimana masing-masing status dan
strata social-ekonomi mampu menerapkan fungsi dan menjalankan perannya
masing-masing sebagai suatu kesatuan yang utuh sehingga dapat bekerjasama secara
sinergis dan saling menguntungkan.
·
Pengelolaan masjid secara professional dapat dikatakan sebagai amal
sholeh atau bahkan sebagai ahsan 'amala (amal yang terbaik) karena dilakukan
demi kepentingan orang banyak, tidak hanya individu belaka.
·
Melalui prinsip tawhid umat Islam kemudian memiliki kesadaran untuk
mengekspresikan ketaatan dan kashalehannya dengan membuat sebuah lembaga yang
dinamakan masjid.
Nama : Sinta
Fitriani
NIM :
1211403055
Kelas : MD/4/B
Revew Buku Manajemen Masjid ini diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas individu pada mata kuliah Manajemen Masjid.
·
Fakta sejarah membuktikan salah satu upaya untuk mempersatukan umat
Islam adalah dengan cara membangun ta mendirikan masjid. Pada awalnya tujuan
pendirian masjid sangat sempit, namun fungsi masjid kemudian semakin berkembang
dari masa ke masa, dari period eke periode selanjutnya. Selain dijadikan sebaga
tempat ibadah shalat, masjid juga kemudian digunakan sebagai sentrl kegiatan
social, seperti pendidikan, seni-budaya, hokum, politik, ekonomi, dan
sebagainya.
·
Masijd merupakan sebuah kata yang terbentuk dari bahasa Arab berada
pada posisi isim makan yang menunujuka tempat.
·
Masalah yang dihadapi adalah kemiskinan structural dan pengaruhnya
adalah inflasi moneter yang semakin memperparah kehidupan mereka.
·
Salah satu solusi untuk meninggalkan ketelantarn masjid adalah
dengan memunculkan rasa solidaritas atau kepedulian social yang didasarkan pada
ikatan tawhid.
·
System social islam ialah adanya anggapan bahwa masyarakat
merupakan bagian dari system social atau secara sempit, masyarakt sudah
merupakan sistm social.
·
Umat Ism adalah suatu pranata kosmik yang disatukan oleh kehendak
Ilahi yang bersifat moral menurut kebebasan dari para pelakunya.
·
Masjid sebgai pranata social islam bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman dan perilkau keagamaan masyarakat.
·
Nasib masjid masa kini secara fisik mengalami evolusi positif yang
luarbiasa, namun fungsi masjid yang universal itu semakin hari semakin terduksi
dan tampaknya jika hal ini dibiarkan masjid-masjid itu akan menjadi bangunan
mati yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan persoalan-persoalan umat ang
tinggal diselitarnya dan hal ini sangat menyedihkan.
·
Beberapa fungsi masjid adalah: sebagai tepatshalat, fungsi social
kemasyrakatan, politik, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan seni-budaya.
·
Masjid sebagai pusat perkembangan harus dapat megimbangi kemajuan
material dengan dorongan spiritual. Kategorisasiberdasaekan lingkungan dan
situasi masyarakat yang ada di sekitarnya, paling sedikit dapat dikelompokkan
atas 6 kelompok : masjid sebgai pusat kota atau juga masjid protocol/masjid
raya/masjid agung, masjid instansi pemerintah, masjid kampus, masjid di
lingkungan pedesaan, masjid yang ada di pusat ekonomi seperti mall,
supermarket, pasar tradisional dan masjid wisata.
·
Dalam konsep modern pengelolaan yang sistematis dan professional
itu membutuhkan upaya-upaya terorganisir dalam lingkup manajemen masjid. Dalam
proses pelaksanaannya, agar organisasi masjid berjalan sesuai cita-cita Islam
dibutuhkan usaha pengelolaan yang baik dan benar. Dalam manajemen masjid secra
garis besar menurut Ayub terbagi dua bidang: physical management dan functional
management.
·
Adminstrasi masjid dapat dimaknai sebagai sebuah proses
penyelenggaraan kegiatan masjid yang dilaksanakan berdasarkan tujuan dan
rasionalitas tertentu dan berdaya guna untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
·
Imam, khatib, dan muadzin banyak berhubungan dengan kegitan inti
yang diselenggarakan oleh sebuah masjid, oleh karenanya para pengurus masjid
mesti memperhatikan ketiga unsur ini sebelum yang lainnya. Pengurus masjid harus
membuat perencanaan yang mtang ketika mempersiapakan para imam, khatib dan
muadzin ini sehingga selalu tepat waktu.
·
Menggerkan koperasi masjid maksudnya ilah masijd memiliki dimensi
ekonomi dimana ia memiliki dimensi-dimensi usaha untuk pemberdayaaan umat dan
masjid. Fasilitator bagi pelaksana berbagai kegiatan ekonomi yang biasa muncul
dalam prinsip-prinsip koperasi.
·
Ada beberapa bentuk hubungan masjid dengan luar: masjd memilki
interaksi dengan lembaga-lembaga yang menaunginya, masjid memiliki interaksi
dengan jamaahnya, dan masjid juga memilki hubungan yang erat dengan pihak
pemerintah.
·
Melalui program-program dewan masjid yang disosialisasikan oleh
para anggota jamaah dengan membentuk koperasi yang diawadahi dan dinaungi oleh
masjid. Dalam konteks ekonomi, tujuan utamanya adalh upaya menyejahterakan
masyarakat, yaitu terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
·
Kesejahteraan social dimulai dari perjuangan mewujudkan dan
menyuburkan aspek-aspek akidah dan etika pada diri pribadi. Ajaran Islam sangat
memperhatikan keseimbangan dan integrasi social karena prinsip yang
ditawarkannya dalam pencapaian tujuan kesejahteraan hidup ialah dengan tidak
menggannggu hak-hak pihak lain.
·
Kondisi ekonomi yang kondusif dimana masing-masing status dan
strata social-ekonomi mampu menerapkan fungsi dan menjalankan perannya
masing-masing sebagai suatu kesatuan yang utuh sehingga dapat bekerjasama secara
sinergis dan saling menguntungkan.
·
Pengelolaan masjid secara professional dapat dikatakan sebagai amal
sholeh atau bahkan sebagai ahsan 'amala (amal yang terbaik) karena dilakukan
demi kepentingan orang banyak, tidak hanya individu belaka.
·
Melalui prinsip tawhid umat Islam kemudian memiliki kesadaran untuk
mengekspresikan ketaatan dan kashalehannya dengan membuat sebuah lembaga yang
dinamakan masjid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar