Jumat, 20 Desember 2013

revew buku manajemen masjid

Nama               : Sinta Fitriani
NIM                : 1211403055
Kelas               : MD/4/B
Revew Buku Manajemen Masjid ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas individu pada mata kuliah Manajemen Masjid.
·         Fakta sejarah membuktikan salah satu upaya untuk mempersatukan umat Islam adalah dengan cara membangun ta mendirikan masjid. Pada awalnya tujuan pendirian masjid sangat sempit, namun fungsi masjid kemudian semakin berkembang dari masa ke masa, dari period eke periode selanjutnya. Selain dijadikan sebaga tempat ibadah shalat, masjid juga kemudian digunakan sebagai sentrl kegiatan social, seperti pendidikan, seni-budaya, hokum, politik, ekonomi, dan sebagainya.
·         Masijd merupakan sebuah kata yang terbentuk dari bahasa Arab berada pada posisi isim makan yang menunujuka tempat.
·         Masalah yang dihadapi adalah kemiskinan structural dan pengaruhnya adalah inflasi moneter yang semakin memperparah kehidupan mereka.
·         Salah satu solusi untuk meninggalkan ketelantarn masjid adalah dengan memunculkan rasa solidaritas atau kepedulian social yang didasarkan pada ikatan tawhid.
·         System social islam ialah adanya anggapan bahwa masyarakat merupakan bagian dari system social atau secara sempit, masyarakt sudah merupakan sistm social.
·         Umat Ism adalah suatu pranata kosmik yang disatukan oleh kehendak Ilahi yang bersifat moral menurut kebebasan dari para pelakunya.
·         Masjid sebgai pranata social islam bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perilkau keagamaan masyarakat.
·         Nasib masjid masa kini secara fisik mengalami evolusi positif yang luarbiasa, namun fungsi masjid yang universal itu semakin hari semakin terduksi dan tampaknya jika hal ini dibiarkan masjid-masjid itu akan menjadi bangunan mati yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan persoalan-persoalan umat ang tinggal diselitarnya dan hal ini sangat menyedihkan.
·         Beberapa fungsi masjid adalah: sebagai tepatshalat, fungsi social kemasyrakatan, politik, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan seni-budaya.
·         Masjid sebagai pusat perkembangan harus dapat megimbangi kemajuan material dengan dorongan spiritual. Kategorisasiberdasaekan lingkungan dan situasi masyarakat yang ada di sekitarnya, paling sedikit dapat dikelompokkan atas 6 kelompok : masjid sebgai pusat kota atau juga masjid protocol/masjid raya/masjid agung, masjid instansi pemerintah, masjid kampus, masjid di lingkungan pedesaan, masjid yang ada di pusat ekonomi seperti mall, supermarket, pasar tradisional dan masjid wisata.
·         Dalam konsep modern pengelolaan yang sistematis dan professional itu membutuhkan upaya-upaya terorganisir dalam lingkup manajemen masjid. Dalam proses pelaksanaannya, agar organisasi masjid berjalan sesuai cita-cita Islam dibutuhkan usaha pengelolaan yang baik dan benar. Dalam manajemen masjid secra garis besar menurut Ayub terbagi dua bidang: physical management dan functional management.
·         Adminstrasi masjid dapat dimaknai sebagai sebuah proses penyelenggaraan kegiatan masjid yang dilaksanakan berdasarkan tujuan dan rasionalitas tertentu dan berdaya guna untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
·         Imam, khatib, dan muadzin banyak berhubungan dengan kegitan inti yang diselenggarakan oleh sebuah masjid, oleh karenanya para pengurus masjid mesti memperhatikan ketiga unsur ini sebelum yang lainnya. Pengurus masjid harus membuat perencanaan yang mtang ketika mempersiapakan para imam, khatib dan muadzin ini sehingga selalu tepat waktu.
·         Menggerkan koperasi masjid maksudnya ilah masijd memiliki dimensi ekonomi dimana ia memiliki dimensi-dimensi usaha untuk pemberdayaaan umat dan masjid. Fasilitator bagi pelaksana berbagai kegiatan ekonomi yang biasa muncul dalam prinsip-prinsip koperasi.
·         Ada beberapa bentuk hubungan masjid dengan luar: masjd memilki interaksi dengan lembaga-lembaga yang menaunginya, masjid memiliki interaksi dengan jamaahnya, dan masjid juga memilki hubungan yang erat dengan pihak pemerintah.
·         Melalui program-program dewan masjid yang disosialisasikan oleh para anggota jamaah dengan membentuk koperasi yang diawadahi dan dinaungi oleh masjid. Dalam konteks ekonomi, tujuan utamanya adalh upaya menyejahterakan masyarakat, yaitu terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
·         Kesejahteraan social dimulai dari perjuangan mewujudkan dan menyuburkan aspek-aspek akidah dan etika pada diri pribadi. Ajaran Islam sangat memperhatikan keseimbangan dan integrasi social karena prinsip yang ditawarkannya dalam pencapaian tujuan kesejahteraan hidup ialah dengan tidak menggannggu hak-hak pihak lain.
·         Kondisi ekonomi yang kondusif dimana masing-masing status dan strata social-ekonomi mampu menerapkan fungsi dan menjalankan perannya masing-masing sebagai suatu kesatuan yang utuh sehingga dapat bekerjasama secara sinergis dan saling menguntungkan.
·         Pengelolaan masjid secara professional dapat dikatakan sebagai amal sholeh atau bahkan sebagai ahsan 'amala (amal yang terbaik) karena dilakukan demi kepentingan orang banyak, tidak hanya individu belaka.
·         Melalui prinsip tawhid umat Islam kemudian memiliki kesadaran untuk mengekspresikan ketaatan dan kashalehannya dengan membuat sebuah lembaga yang dinamakan masjid.

 Nama               : Sinta Fitriani
NIM                : 1211403055
Kelas               : MD/4/B
Revew Buku Manajemen Masjid ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas individu pada mata kuliah Manajemen Masjid.
·         Fakta sejarah membuktikan salah satu upaya untuk mempersatukan umat Islam adalah dengan cara membangun ta mendirikan masjid. Pada awalnya tujuan pendirian masjid sangat sempit, namun fungsi masjid kemudian semakin berkembang dari masa ke masa, dari period eke periode selanjutnya. Selain dijadikan sebaga tempat ibadah shalat, masjid juga kemudian digunakan sebagai sentrl kegiatan social, seperti pendidikan, seni-budaya, hokum, politik, ekonomi, dan sebagainya.
·         Masijd merupakan sebuah kata yang terbentuk dari bahasa Arab berada pada posisi isim makan yang menunujuka tempat.
·         Masalah yang dihadapi adalah kemiskinan structural dan pengaruhnya adalah inflasi moneter yang semakin memperparah kehidupan mereka.
·         Salah satu solusi untuk meninggalkan ketelantarn masjid adalah dengan memunculkan rasa solidaritas atau kepedulian social yang didasarkan pada ikatan tawhid.
·         System social islam ialah adanya anggapan bahwa masyarakat merupakan bagian dari system social atau secara sempit, masyarakt sudah merupakan sistm social.
·         Umat Ism adalah suatu pranata kosmik yang disatukan oleh kehendak Ilahi yang bersifat moral menurut kebebasan dari para pelakunya.
·         Masjid sebgai pranata social islam bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perilkau keagamaan masyarakat.
·         Nasib masjid masa kini secara fisik mengalami evolusi positif yang luarbiasa, namun fungsi masjid yang universal itu semakin hari semakin terduksi dan tampaknya jika hal ini dibiarkan masjid-masjid itu akan menjadi bangunan mati yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan persoalan-persoalan umat ang tinggal diselitarnya dan hal ini sangat menyedihkan.
·         Beberapa fungsi masjid adalah: sebagai tepatshalat, fungsi social kemasyrakatan, politik, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan seni-budaya.
·         Masjid sebagai pusat perkembangan harus dapat megimbangi kemajuan material dengan dorongan spiritual. Kategorisasiberdasaekan lingkungan dan situasi masyarakat yang ada di sekitarnya, paling sedikit dapat dikelompokkan atas 6 kelompok : masjid sebgai pusat kota atau juga masjid protocol/masjid raya/masjid agung, masjid instansi pemerintah, masjid kampus, masjid di lingkungan pedesaan, masjid yang ada di pusat ekonomi seperti mall, supermarket, pasar tradisional dan masjid wisata.
·         Dalam konsep modern pengelolaan yang sistematis dan professional itu membutuhkan upaya-upaya terorganisir dalam lingkup manajemen masjid. Dalam proses pelaksanaannya, agar organisasi masjid berjalan sesuai cita-cita Islam dibutuhkan usaha pengelolaan yang baik dan benar. Dalam manajemen masjid secra garis besar menurut Ayub terbagi dua bidang: physical management dan functional management.
·         Adminstrasi masjid dapat dimaknai sebagai sebuah proses penyelenggaraan kegiatan masjid yang dilaksanakan berdasarkan tujuan dan rasionalitas tertentu dan berdaya guna untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
·         Imam, khatib, dan muadzin banyak berhubungan dengan kegitan inti yang diselenggarakan oleh sebuah masjid, oleh karenanya para pengurus masjid mesti memperhatikan ketiga unsur ini sebelum yang lainnya. Pengurus masjid harus membuat perencanaan yang mtang ketika mempersiapakan para imam, khatib dan muadzin ini sehingga selalu tepat waktu.
·         Menggerkan koperasi masjid maksudnya ilah masijd memiliki dimensi ekonomi dimana ia memiliki dimensi-dimensi usaha untuk pemberdayaaan umat dan masjid. Fasilitator bagi pelaksana berbagai kegiatan ekonomi yang biasa muncul dalam prinsip-prinsip koperasi.
·         Ada beberapa bentuk hubungan masjid dengan luar: masjd memilki interaksi dengan lembaga-lembaga yang menaunginya, masjid memiliki interaksi dengan jamaahnya, dan masjid juga memilki hubungan yang erat dengan pihak pemerintah.
·         Melalui program-program dewan masjid yang disosialisasikan oleh para anggota jamaah dengan membentuk koperasi yang diawadahi dan dinaungi oleh masjid. Dalam konteks ekonomi, tujuan utamanya adalh upaya menyejahterakan masyarakat, yaitu terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
·         Kesejahteraan social dimulai dari perjuangan mewujudkan dan menyuburkan aspek-aspek akidah dan etika pada diri pribadi. Ajaran Islam sangat memperhatikan keseimbangan dan integrasi social karena prinsip yang ditawarkannya dalam pencapaian tujuan kesejahteraan hidup ialah dengan tidak menggannggu hak-hak pihak lain.
·         Kondisi ekonomi yang kondusif dimana masing-masing status dan strata social-ekonomi mampu menerapkan fungsi dan menjalankan perannya masing-masing sebagai suatu kesatuan yang utuh sehingga dapat bekerjasama secara sinergis dan saling menguntungkan.
·         Pengelolaan masjid secara professional dapat dikatakan sebagai amal sholeh atau bahkan sebagai ahsan 'amala (amal yang terbaik) karena dilakukan demi kepentingan orang banyak, tidak hanya individu belaka.
·         Melalui prinsip tawhid umat Islam kemudian memiliki kesadaran untuk mengekspresikan ketaatan dan kashalehannya dengan membuat sebuah lembaga yang dinamakan masjid.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar